Alim Tapi Tak Beramal

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda:”Dalam perjalanan isra’ku, aku telah melewati satu golongan yang bibirnya digunting dengan gunting yang terbuat dari api neraka. Aku bertanya kepada mereka, siapa kalian? Mereka menjawab, kami adalah orang yang memerintah kebaikan, tetapi tidak menjalankannya, kami juga melarang kejahatan, tetapi kami sendiri melakukannya”. (HR.Ibnu Hibban). Hadits ini memperlihatkan bagaimana seorang alim yang suka menyerukan kebaikan dan melarang kejahatan, dia disiksa dengan digunting bibirnya dengan gunting yang terbuat dari api neraka karena telah mengajarkan suatu ilmu kepada orang lain sedangkan dia sendiri tidak menjalankannya, malah menyalahi apa yang ia seru dan perintahkan. Fenomena ini banyak kita temui di sekitar kita, seorang alim yang perbuatannya tidak sesuai dengan apa yang dia ucapkan. Dia hanya pandai memberi nasehat, berceramah dengan retorika yang indah dan menarik, bahkan suaranya menggelegar bak suara petir di siang hari, yang membuat pendengarnya terpesona, tertegun, bahkan tersihir oleh kata-katanya, tetapi semua itu hanya bualan kosong belaka. Dibalik ucapannya itu ternyata hanya terdapat tipuan dan kebohongan belaka. Ketika memberikan nasehat dalam ceramahnya dia selalu memerintahkan para jama’ahnya untuk menjauhi sifat dusta, sombong dan dengki, tetapi dia sendiri yang melakukannya. Dia mengajarkan untuk senantiasa berbuat ikhlas dalam setiap aktifitasnya, malah dia sendiri yang selalu mengharap imbalan dari pekerjaannya berupa harta, jabatan atau kedudukan. Dia mengukur keikhlasan itu dengan sebuah materi.
Orang alim seperti ini pandai dalam memberikan nasehat, tetapi bodoh dalam beramal. Syekh Burhanudin dalam Ta’limul mutaalim berkata: “Fitnah yang paling besar di alam ini adalah orang yang alim yang amalnya bertentangan dengan ajaran agama dan orang bodoh yang ahli ibadah.” Oleh karena itu Allah sangat membenci prilaku orang alim seperti ini, yang selalu bertentangan apa yang diucapkannya dengan apa yang dia lakukan, sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Amat besar kebencian dari sisi Allah, bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (Ash-Shaff:3). Nabi Isa AS telah memberikan perumpamaan bagi orang alim yang ucapannya tidak sesuai dengan perilakunya.
Berbahagialah orang yang selalu mengajarkan ilmu dan mengamalkannya. Dia akan senantiasa diliputi rahmat dan ampunan Allah dan akan mendapatkan kebahagiaan yang abadi di surga nanti. Celakalah orang yang mengajarkan ilmu tetapi tidak mengamalkannya. Dia akan mendapatkan kerugian yang besar dan akan disandingkan dengan kesedihan dan kesengsaraan di hari kiamat nanti. Orang alim macam ini sama halnya dengan penipu, pembohong dan pembual. Di akherat nanti siksaannya lebih pedih dan sangat menyakitkan. Wallahu’alam bishawab. (Oleh Mujiono, SE. Sumber: Majalah Tabligh)

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s