PENANAMAN IMAN DAN TAQWA MELALUI PONDOK ROMADLON

PENDAHULUAN

Dasar Pemikiran.

  1. Dogmatika islam telah menempatkan penguasaan ilmu dan teknologi sebagai sebuah instrumen untuk meraih keunggulan hidup (the supremacy of life) yang bukan sekedar unggul dalam kehidupan duniawi (in the world liness),akan tetapi juga sekaligus unggu dlam kehidupan ukhrowi (the life of here after ).dalam hal ini Rasulullah saw.Menegaskan “Barang siapa yang ingin unggul di dunia,maka harus terdidik dan barang siapa yang ingin sukses di dunia dan akhirat,maka diapun harus selalu terdidik”.
  2. John Naisbitt dan Patricia Aburdene dalam Mega Trend 2000 menjelaskan,suatu negara yang miskin telah bangkit bahkan tanpa sumber daya alam yang melimpah ;Hal ini disebabkan negara tersebut telah melakukan investasi yang serius dalam pembinaan Sumber Daya Manusianya.Manusia dimaksud adalh yang memiliki kesadaran transedental.Dan al-Qur`an menjelaskan denagan kata kunci pentingnya penguasaan Dzikir dan pikir (QS.3:191)atau setiap pengembangan wawasan harus sejalan denga Asma Tuhan (QS.96:1).
  3. Perkembangan teknologi informasi telah meniadakan sekat dan batas antar negara serta meruntuhkan tembok geografis dan kultural masyarakat.Sehingga wujudnya adalh ternd world wide atau gaya hidup global mondial.Basic spritual yang rapuh dalam mengikuti putaran kehidupan modernitas pada akhirnya melahirkan :
  1. Nilai-nilai religi telah berganti dengan sekuralisme yang permissive society (masyarakat bebas nilai).
  2. Penyalah gunaan Napza (obat terlarang) sebagai tempat pelarian penegangan jiwa.
  3. Kejahatan yang semakin meningkat volume dan kadarnya yang bukan hanya berjenis konvensional,akan tetapi juga meningkatnya kejahatan berkrah putih (white crime colar).
  4. Kenakalan generasi penerus dalam berbagai bentuk aplikasinya sebagai akibat minimnya uswah hasanah sehingga menempatkan idola yang salah dalam kehidupannya.
  5. Lembaga pendidikan unggul ynag berlabel muslim mengetengahkan “Islam Terapan”dalam kehidupan sehari-hari dan kehidupan kedepan begitu kuat dan konsisiten sehingga perlu direspon masyarakat luas.
  6. Kekuatan utama budaya pendidikan pesantren adalah :Pertama,memungkinkan santri belajar secara tuntas secara teori dan praktek serta terjadi interelasi yang familiar antara pengasuh dan yang diasuh.kedua,terdapatnya tingkat partisipasi masyarakat yang kuat dan percaya penuh dengan segala kegiatan pesantern.dalam konteks ini Romadlon adalah momemtum yang sangat tepat dan penting untuk penggodongan generasi sekolah yang bukan sekedar secara spiritual akan tetapi juga agar memiliki kesalehan sosial.

B. Landasan Kegiatan. Undang-undang nomor 2 Tahun 1989 Tentang Sistim Pendidikan Nasional yang menempatkan agama sebagai salah satu muatan wajib dalam semua jalur dan satuan pendidikan.

  1. Keputusan Mendiknas RI Nomor :125/U/2002 tanggal 31 juli 2002 Tentang kalender pendidikan dan jumlah jam belajar efektif di sekolah.Bab VII pasal 12 dan 14 serta Lampiranya menegaskan tentang contoh/alternatif kegiatan siswa dalam liburan Romadlon khusus untuk siswa mulim ;

  1. Pesantren kilat yang diisi dengan berbuka bersama,Tadarrus dan Sholat berjamaah serta sholat tarawih.
  2. Diskusi.
  3. Latihan Dakwah/ceramah.
  4. Bakti Sosial.
  5. Baca Tulis AL-Qur`an.
  6. Pengelolaan.Zakat Dan Sholat Idul Fitri.
  7. Kegiatan extra kurikuler dengan nuansa penjagaan moral dan akhlaq mulia.
  8. Belajar Mandiri dan Pendidikan Lingkungan hidup.
  9. Penyimpangan gaya hidup masyarakat akibat kehidupan modern yang terekam dalam angka-angka dan berita-berita keseharian secara lokal ataupun nasional.

Apresiasi masyarakat yang tinggi terhadap segala kegiatan keagamaan khususnya pada peningkatan iman dan taqwa terhadap tuhan yang maha esa di bulan Romadlon.

Tujuan

Peningkata iman dan taqwa melalui pondok romadlon memiliki tujuan yang bukan sekedar 0merespon kurikulum yang memang seharusnya dipenuhi dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,akan teapi lebih dari pada itu,yaitu betapa amat menakutkan pergeseran kecintaan nilai-nilai keagamaan kearah nilai-nilai kebendaan semakin kuat.untuk itu mewujudkan generasi Qur`ani yabg memiliki kekuatan Dzikir dan pikir terus diupayakan.

Tujuan lain adalah mendidik generasi sekolah agar memiliki kekuatan batin dalam menghadapi perubahan yang demikian keras sehingga tidaklah sempit pikiran dan frustasi dalam mencari solusi sehingga dapat merugikan umat.

II PELAKSANAAN.

A.Sasaran Dan Target.

Sasaran.

    Sasaran kegiatan ini adalah ditujukan bagi siswa sekolah secara keseluruhan,baik di tingkat dasar ataupun di Tingkat Menengah.

    Target

      Target Peningkatan Imfaq pada bulan Romadlon adalah peserta didik memilliki pemahaman dan pelaksnaan dalam kehidupan sehari-hari tentang “islam”secara tuntas.Sehingga peningkatan betul-betul terjadi pada aspek Kognitif.Afektif dan Psiko motoriknya.

      1. Materi

      Materi Pondok Romadlon kebanyakan mengacu kepada kurikulum nasional,namun demikian ada beberapa sekolah yang mapan melaksanakan dengan kreatif yaitu berkolaborasi dengan pesantren dan kurikulum yang dipakai tentunya mengikuti apa yang ada di pesantren tersebut dengan berbagai modifikasi..

      Bentuk-bentuk pelaksanaan yang kreatif telah dilakukan sperti:

      – Siswa diajarkan secara langsung praktek dan hafalan bagaimana merawat jenazah sampai selesai tuntas.Yaitu bagaimana menghadapi orang sakit keras yang medekati sakaratul maut sampai dengan memekamkanya.

      – Peserta didik diajarkan Prosesi Haji.

      – Pembinaan ketrampilan dakwah/Ceramah atau bedebat/diskusi.

      C.Pelaksaan.

      Program pelaksanaan di lapangan telah dilakukan secara sinergis,yaitu.

      1. Konvesional,Yaitu dilakukan di sekolah sendiri dengan meliobatkan tenaga dari internal sekolah itu sendiri.
      2. Konvesional Plus,yaitu ditambah dengan tenaga dari yang ahli dibidang agama dalam hal ini mengambil tenaga dari Alumni Perguruan Tinggi islam atau dari Pondok Pesantren.
      3. P‎Trendy,Kegiatan dikemas dengan rapi dan paket yang diinginkan telah disusun kemudian para peserta dibawa ke Pondok Pesantren yang sesuai dengan tujuan minimal yang diinginkan.Hal ini kebanyakan dilakukan dengan Pondok Pesantren yang ada di luar kota dan telah memiliki nama besar.

      Alokasi Waktu.

      Waktu yang digunakan kebanyakan masih sangat minim hal ini terkait dengan teknis administratip operasional.Namun demikian perkembangannya telah terjadi peningkatan yang cukup signifikan dalam penambahan waktu pelaksnaannya.

      Typologi Pondok Romadlon pernah ditawarkan dengan tiga tingkatan yaitu:

      Type A : Sholat Duha,Kajian Keagamaan,Buka Bersama,Sholat Lima Waktu,Sholat Tarawih,Tadarus,Sholat Malam,Sahur Bersama,Jmaah Sholat Shubuh dan Olahraga pagi.

      Type B : Sholat Dhuha,Kajian Keagamaan,Jamaah Sholat Dhuhur,Tadarus AL-Qur`an,Sholat Ashar,Buka Bersama dan Jamaah Sholat Maghrib.

      Type C: Sholat Dhuha,Kajian Keagamaan,Jamaah Sholat Dhuhur.

      Namun demikian Hal diatas tidaklah menjadi keharusan,Sebab hal itu sebagai contoh atau alternatif belaka: Sbab sudah ada beberapa lembaga pendidikan yang mengalokasikan waktunya selama satu minggu penuh untuk setiap siswa dalam mengikuti kegiatan ini,yaitu di Pondok Pesantren.

      Tenaga Pengelola.

      Kegiatan ini dapat dibagi kedalam dua bagian kepanitiaan,yaitu:

      1. Panitia Pelaksana,yang menagani persiapan tempat dan pendukungnya atau perangkat keras serta teknis administratif.

      Kepanitiaan ini diisi oleh tenaga yang ada di lingkungan sekolah.

      1. Panitia Pengarah,ialah Personil yang terjun langsung menjalankan program yang telah ditetapkan.

      Personalia yang menaganinya adalah Guru Agama di lingkungan sekolah tersebut dan ditambah dengan tenaga ahli di bidang tersebut dari luar sekolah..Sedangkan bagi yang mengadakan kegiatan kegiatan di luar sekolah (mengadakan di Pondok Pesantren sepenuhnya) ditangani seluruhnya oleh lembaga Pesantren tersebut.

      F.Sarana Pendukung.

      1. Dukungan sepenuhnya dari kantor Dinas pendidikan dan kantor Departemen Agama.
      2. Adanya buku penunjang dari pusat meskipun hanya untuk pegangan guru.Dan buku pedoman lain yang diadakam secara mandiri.
      3. Sarana dan prasarana sekolah yang terbatas kemapuannya sehingga dapat mengganggu kelancaran program.Sebagai contoh,dengan jumlah peserta ratusan,maka pada saat berwudlu dan sebagainya terjadi penumpukan.
      4. Tenaga profesional tersedia,namun tyerhambat dengan operasional.

      KESIMPULAN

      1. Kegiatan Peningkatan iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa telah dilaksanakan oleh sekolah dan bahkan oleh lembaga swdaya masyarakat.
      2. Pola penaganan telah mulai merambah kearah profesional dan hal itu harus didorong oleh semua kalangan yang concern terhadap persoalan penanaman nilai religi.
      3. Terjadi sinergi lembaga Pendidikan Pesantren dengan Lembaga Pendidikan Umum dalam menagani program pendidikan nasional ini.
      4. Suksesnya program ini perlu untuk didukung dengan media massa,baik cetak ataupun elektronik.Khususnya dalam menciptakn suasana dan opini masyarakat yang kondusif.
      5. Dukungan Lingkungan Peserta didik yang perlu Ditingkatkan kontinyuitasnya.

      IV Penutup.

      Akhirnya semoga alloh Swt.Meridloi seluruh amal sholeh yang kita lakukan bersama,sehingga kita memang dapat menjadi sebaik-baik manusia yang dapat memberikan sumbangsih terbaik untuk bangsa dan negara.Amin.

      Surabaya2010.

      Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

      Tinggalkan Balasan

      Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

      Logo WordPress.com

      You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

      Gambar Twitter

      You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

      Foto Facebook

      You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

      Foto Google+

      You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

      Connecting to %s