Mencoba Memahami Musibah ini

Siapa yang tidak peduli dengan urusan kaum muslimin, maka ia bukanlah termasuk golongan mereka

Musibah melanda negeri ini secara bertubi-tubi. Belum rampung penyelesaian satu musibah muncullah musibah lain. Bersedih sesuatu hal yang wajar karena kita memiliki hati nurani, kita memiliki empati ketika kita atau saudara kita tertimpa musibah.

Namun kita harus mencoba memahami setiap musibah yang kita dapatkan. Segala musibah terjadi dengan seijin Allah, musibah sendiri memiliki peran yang bermanfaat bagi kehidupan. Di antaranya:

UJIAN

“Sungguh mengagumkan (sikap) orang yang beriman, dan itu tidak terjadi selain pada orang beriman. Jika ia menerima kebahagiaan ia bersyukur, maka itu menjadi kebaikan baginya. Dan jika ia menerima musibah ia bersabar, maka itu jadi kebaikan baginya.(H.R. Muslim)”

Musibah merupakan salah satu cara Allah dalam menilai keimanan seseorang kepada takdir, karena seorang mukmin yakin bahwa segala sesuatu yang diterimanya adalah ketentuan dari Allah swt. Allah berkehendak melakukan apapun yang dikehendakinya. Oleh karena itu ucapan seorang mukmin ketika mendapati musibah ialah “Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un” sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepadanya.

PENGHAPUS DOSA

Jika seorang mukmin menerima musibah dengan penuh kesabaran, keimanan dan tawakal maka hal itu akan menjadi penghapus dosa-dosanya, bahkan bisa jadi musibah yang datang bertubi-tubi itu mengantarkan kita kepada Allah dalam keadaan tidak membawa dosa karena semua sudah dihapuskan oleh Allah swt.

Karena bisa saja musibah yang Allah berikan adalah bentuk kasih sayang yang Allah berikan. “Akan terus menerus ujian menimpa mukmin dan mukminah yang menimpa jiwanya, anaknya dan hartanya hingga dia berjumpa Allah Ta’ala dalam keadaan tidak punya dosa” (H.R. Tirmidzi)

PERINGATAN ALLAH SWT TERHADAP ORANG-ORANG YANG LALAI

Dengan musibah Allah mengingatkan kita bahwa Allah berkuasa untuk melakukan apapun yang dikehendaki-Nya. Kalau selama ini kita hanya mendengar, membaca kisah banjir besar yang terjadi pada jaman Nabi Nuh, dengan peristiwa gelombang tsunami atau luapan lumpur di sidoarjo jawa timur, Allah menegaskan bahwa hal itu bukan hal yang sulit untuk dipertontonkan kembali.

Tidak ada Sesuatu kekuatan apapun yang dapat menghalang-halangi proyek dan rencana Allah swt. Jika dalam banyak ayat Allah mengingatkan bahwa kiamat datang tiba-tiba, rasanya musibah gempa di tasik Malaya kemarin rabu siang telah membuktikan hal itu. Peristiwa itu juga menjadi peringatan bahwa kita, manusia, tidak memiliki apa-apa. Ketika gempa kemarin menimpa bangsa ini kita cukup menyadari bahwa kita semakin kecil dihadapan Allah.

Jika diri, anak, istri, sanak family adalah miliki kita, mengapa kita tidak bisa mempertahankan kehidupan mereka? Jika ladang, rumah, kendaraan adalah milik kita, mengapa kita tidak dapat mempertahankannya? Ternyata kita tidak punya apa-apa, kita begitu kecil dihadapan-Nya, bahkan untuk menolak dengan apa yang tidak sukai pun kita tidak mampu.

ADZAB ALLAH BAGI ORANG DZALIM

Jangan dilupakan, tidak mustahil musibah besar ini merupakan azab dari Allah swt bagi orang-orang zalim dan orang-orang durhaka. Lalu, bagaimana dengan orang-orang yang tidak berdosa dalam pandangan Allah?padahal mereka termasuk dalam terjangan bencana itu.

“Wahai Aisyah sesungguhnya Allah jika menurunkan azabnya kepada orang yang berhak mendapatkan siksa-Nya sementara ditengah-tengah mereka ada orang-orang shaleh, mereka semua terkena bencana bersama orang-orang itu lalu akan dibangkitkan berdasarkan niat mereka masing-masing.” (H.R Ibnu Hibban).

BERSYUKUR BAGI YANG TIDAK TERKENA MUSIBAH

Bagi yang tidak terkena musibah, selain turut berduka, ia juga wajib bersyukur. Bersyukur yang paling produktif adalah dengan membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah atau yang menjadi korban dalam bencana ini.

Bayangkan jika semua yang menimpa saudara-saudara kita di berbagai tempat itu menimpa kita, Bayangkan jika malaikat datang menawari kita: anda mau mengorbankan anak, istri, ibu, bapak ataukah mau mengeluarkan uang?Bayangkan jika malaikat masih memberikan pilihan itu kepada kita. Apa yang akan kita pilih?

Ini adalah kesempatan kita, bahu membahu bergandengan tangan untuk memberikan pertolongan kepada korban bencana alam ini. Rasulullah mengingatkan “Siapa yang tidak peduli dengan urusan kaum muslimin, maka ia bukanlah termasuk golongan mereka”

Wallahu a’lam.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s