ADAB MANDI

Adab Mandi

6 Sep

Haram hukumnya mandi dalam keadaan bugil ataupun bertelanjang di tempat umum, karena membuka aurat dengan sengaja adalah haram hukumnya. Sebagaimana sabda Nabi Muhmmad SAW sebagai berikut :

لا ينظر الرجل إلى عورة الرجل ولا المرأة إلى عورة المرأة

Maksudnya : Janganlah laki-laki melihat aurat laki-laki, begitu juga perempuan jangan melihat aurat perempuan…(Sohih Muslim No. 338)

Namun sekiranya memakai kain atau sebagainya yang menutup aurat, maka tidak mengapa bahkan lebih baik. Pernah Fatimah RA memasang tirai dengan kain dan Nabi Muhammad SAW pun mandi.

Adapun mandi dalam keadaan bugil atupun bertelanjang yang terhindar dari padangan mata manusia, maka hukumnya tidak terlarang, tidak makruh sama sekali seperti yang difahami kebanyakkan orang.

Diriwayatkan dalam hadith Sohih Bukhari, Nabi Musa as pernah mandi dalam keadaan bugil/bertelanjang.

Drpa Abu Hurairah, Nabi berkata: ”(Masyarakat) Bani Israel biasa mandi telanjang yaitu bersama-sama melihat satu sama yang lainnya. Nabi Musa biasanya mandi sendiri. Mereka berkata,’ Demi Allah! Tidak ada yang mencegah Musa untuk mandi bersama kami kecuali bahwa dia menderita hernia (kemaluan besar).’ Maka suatu ketika Musa pergi untuk mandi dan menaruh pakaiannya di atas sebuah batu dan kemudian batu itu lari dengan pakaiannya. Musa mengikuti batu itu sambil berkata,’Pakaianku, Hai Batu! Pakaianku, Hai Batu!’ sampai masyarakat Bani Israel melihat dia dan berkata,’Demi Allah, Musa tidak mempunyai cacat di tubuhnya.’ Musa mengambil pakaiannya dan mulai memukuli batu tersebut.” Abu Huraira menambahkan,”Demi Allah! Masih ada enam atau tujuh tanda nampak pada batu itu dari pemukulan yang berlebihan.” (Sahih Al-Muslim).

begitu juga dengan Nabi Ayyub as, diriwayatkan daripada Abu Hurairah ra Nabi SAW bersabda :

بينما أيوب يغتسل عريانا خر عليه رجل جراد من ذهب فجعل يحثي في ثوبه فناداه ربه يا أيوب ألم أكن أغنيك عما ترى قال بلى يا رب ولكن لا غنى لي عن بركتك

Maksudnya : Sewaktu Nabi Ayyub as mandi dalam keadaan bogel/telanjang, tiba-tiba jatuhlah di depannya seekor belalang emas. Ayyub pun segera hendak mengambil kainnya, maka baginda pun dipanggil oleh Tuhannya, “Wahai Ayyub, bukankah engkau telah cukup kaya hingga tidak memerlukan lagi barang (belalang emas) yang kau lihat itu?” Ujar Ayyub, “Benar wahai Tuhanku, tetapi aku tidak boleh mengabaikan keberkatan-Mu.” (Sohih Bukhari No. 3211, 7055. Sunan Nasa’i No. 409. Musnad Ahmad bin Hanbal No. 8144)

Berdasarkah dalil hadith yang sohih di atas, maka tiada halangan untuk mandi dalam keadaan bugil di tempat yang tertutup yang terhindar dari pandangan mata manusia.

Namun, sekiranya tidak yakin untuk mandi dalam keadaan bugil karena merasakan malu kepada diri sendiri, maka ikutlah yang mana dirasakan lebih baik.Adab Mandi

6 Sep

Haram hukumnya mandi dalam keadaan bugil ataupun bertelanjang di tempat umum, karena membuka aurat dengan sengaja adalah haram hukumnya. Sebagaimana sabda Nabi Muhmmad SAW sebagai berikut :

لا ينظر الرجل إلى عورة الرجل ولا المرأة إلى عورة المرأة

Maksudnya : Janganlah laki-laki melihat aurat laki-laki, begitu juga perempuan jangan melihat aurat perempuan…(Sohih Muslim No. 338)

Namun sekiranya memakai kain atau sebagainya yang menutup aurat, maka tidak mengapa bahkan lebih baik. Pernah Fatimah RA memasang tirai dengan kain dan Nabi Muhammad SAW pun mandi.

Adapun mandi dalam keadaan bugil atupun bertelanjang yang terhindar dari padangan mata manusia, maka hukumnya tidak terlarang, tidak makruh sama sekali seperti yang difahami kebanyakkan orang.

Diriwayatkan dalam hadith Sohih Bukhari, Nabi Musa as pernah mandi dalam keadaan bugil/bertelanjang.

Drpa Abu Hurairah, Nabi berkata: ”(Masyarakat) Bani Israel biasa mandi telanjang yaitu bersama-sama melihat satu sama yang lainnya. Nabi Musa biasanya mandi sendiri. Mereka berkata,’ Demi Allah! Tidak ada yang mencegah Musa untuk mandi bersama kami kecuali bahwa dia menderita hernia (kemaluan besar).’ Maka suatu ketika Musa pergi untuk mandi dan menaruh pakaiannya di atas sebuah batu dan kemudian batu itu lari dengan pakaiannya. Musa mengikuti batu itu sambil berkata,’Pakaianku, Hai Batu! Pakaianku, Hai Batu!’ sampai masyarakat Bani Israel melihat dia dan berkata,’Demi Allah, Musa tidak mempunyai cacat di tubuhnya.’ Musa mengambil pakaiannya dan mulai memukuli batu tersebut.” Abu Huraira menambahkan,”Demi Allah! Masih ada enam atau tujuh tanda nampak pada batu itu dari pemukulan yang berlebihan.” (Sahih Al-Muslim).

begitu juga dengan Nabi Ayyub as, diriwayatkan daripada Abu Hurairah ra Nabi SAW bersabda :

بينما أيوب يغتسل عريانا خر عليه رجل جراد من ذهب فجعل يحثي في ثوبه فناداه ربه يا أيوب ألم أكن أغنيك عما ترى قال بلى يا رب ولكن لا غنى لي عن بركتك

Maksudnya : Sewaktu Nabi Ayyub as mandi dalam keadaan bogel/telanjang, tiba-tiba jatuhlah di depannya seekor belalang emas. Ayyub pun segera hendak mengambil kainnya, maka baginda pun dipanggil oleh Tuhannya, “Wahai Ayyub, bukankah engkau telah cukup kaya hingga tidak memerlukan lagi barang (belalang emas) yang kau lihat itu?” Ujar Ayyub, “Benar wahai Tuhanku, tetapi aku tidak boleh mengabaikan keberkatan-Mu.” (Sohih Bukhari No. 3211, 7055. Sunan Nasa’i No. 409. Musnad Ahmad bin Hanbal No. 8144)

Berdasarkah dalil hadith yang sohih di atas, maka tiada halangan untuk mandi dalam keadaan bugil di tempat yang tertutup yang terhindar dari pandangan mata manusia.

Namun, sekiranya tidak yakin untuk mandi dalam keadaan bugil karena merasakan malu kepada diri sendiri, maka ikutlah yang mana dirasakan lebih baik.Adab Mandi

6 Sep

Haram hukumnya mandi dalam keadaan bugil ataupun bertelanjang di tempat umum, karena membuka aurat dengan sengaja adalah haram hukumnya. Sebagaimana sabda Nabi Muhmmad SAW sebagai berikut :

لا ينظر الرجل إلى عورة الرجل ولا المرأة إلى عورة المرأة

Maksudnya : Janganlah laki-laki melihat aurat laki-laki, begitu juga perempuan jangan melihat aurat perempuan…(Sohih Muslim No. 338)

Namun sekiranya memakai kain atau sebagainya yang menutup aurat, maka tidak mengapa bahkan lebih baik. Pernah Fatimah RA memasang tirai dengan kain dan Nabi Muhammad SAW pun mandi.

Adapun mandi dalam keadaan bugil atupun bertelanjang yang terhindar dari padangan mata manusia, maka hukumnya tidak terlarang, tidak makruh sama sekali seperti yang difahami kebanyakkan orang.

Diriwayatkan dalam hadith Sohih Bukhari, Nabi Musa as pernah mandi dalam keadaan bugil/bertelanjang.

Drpa Abu Hurairah, Nabi berkata: ”(Masyarakat) Bani Israel biasa mandi telanjang yaitu bersama-sama melihat satu sama yang lainnya. Nabi Musa biasanya mandi sendiri. Mereka berkata,’ Demi Allah! Tidak ada yang mencegah Musa untuk mandi bersama kami kecuali bahwa dia menderita hernia (kemaluan besar).’ Maka suatu ketika Musa pergi untuk mandi dan menaruh pakaiannya di atas sebuah batu dan kemudian batu itu lari dengan pakaiannya. Musa mengikuti batu itu sambil berkata,’Pakaianku, Hai Batu! Pakaianku, Hai Batu!’ sampai masyarakat Bani Israel melihat dia dan berkata,’Demi Allah, Musa tidak mempunyai cacat di tubuhnya.’ Musa mengambil pakaiannya dan mulai memukuli batu tersebut.” Abu Huraira menambahkan,”Demi Allah! Masih ada enam atau tujuh tanda nampak pada batu itu dari pemukulan yang berlebihan.” (Sahih Al-Muslim).

begitu juga dengan Nabi Ayyub as, diriwayatkan daripada Abu Hurairah ra Nabi SAW bersabda :

بينما أيوب يغتسل عريانا خر عليه رجل جراد من ذهب فجعل يحثي في ثوبه فناداه ربه يا أيوب ألم أكن أغنيك عما ترى قال بلى يا رب ولكن لا غنى لي عن بركتك

Maksudnya : Sewaktu Nabi Ayyub as mandi dalam keadaan bogel/telanjang, tiba-tiba jatuhlah di depannya seekor belalang emas. Ayyub pun segera hendak mengambil kainnya, maka baginda pun dipanggil oleh Tuhannya, “Wahai Ayyub, bukankah engkau telah cukup kaya hingga tidak memerlukan lagi barang (belalang emas) yang kau lihat itu?” Ujar Ayyub, “Benar wahai Tuhanku, tetapi aku tidak boleh mengabaikan keberkatan-Mu.” (Sohih Bukhari No. 3211, 7055. Sunan Nasa’i No. 409. Musnad Ahmad bin Hanbal No. 8144)

Berdasarkah dalil hadith yang sohih di atas, maka tiada halangan untuk mandi dalam keadaan bugil di tempat yang tertutup yang terhindar dari pandangan mata manusia.

Namun, sekiranya tidak yakin untuk mandi dalam keadaan bugil karena merasakan malu kepada diri sendiri, maka ikutlah yang mana dirasakan lebih baik.Adab Mandi

6 Sep

Haram hukumnya mandi dalam keadaan bugil ataupun bertelanjang di tempat umum, karena membuka aurat dengan sengaja adalah haram hukumnya. Sebagaimana sabda Nabi Muhmmad SAW sebagai berikut :

لا ينظر الرجل إلى عورة الرجل ولا المرأة إلى عورة المرأة

Maksudnya : Janganlah laki-laki melihat aurat laki-laki, begitu juga perempuan jangan melihat aurat perempuan…(Sohih Muslim No. 338)

Namun sekiranya memakai kain atau sebagainya yang menutup aurat, maka tidak mengapa bahkan lebih baik. Pernah Fatimah RA memasang tirai dengan kain dan Nabi Muhammad SAW pun mandi.

Adapun mandi dalam keadaan bugil atupun bertelanjang yang terhindar dari padangan mata manusia, maka hukumnya tidak terlarang, tidak makruh sama sekali seperti yang difahami kebanyakkan orang.

Diriwayatkan dalam hadith Sohih Bukhari, Nabi Musa as pernah mandi dalam keadaan bugil/bertelanjang.

Drpa Abu Hurairah, Nabi berkata: ”(Masyarakat) Bani Israel biasa mandi telanjang yaitu bersama-sama melihat satu sama yang lainnya. Nabi Musa biasanya mandi sendiri. Mereka berkata,’ Demi Allah! Tidak ada yang mencegah Musa untuk mandi bersama kami kecuali bahwa dia menderita hernia (kemaluan besar).’ Maka suatu ketika Musa pergi untuk mandi dan menaruh pakaiannya di atas sebuah batu dan kemudian batu itu lari dengan pakaiannya. Musa mengikuti batu itu sambil berkata,’Pakaianku, Hai Batu! Pakaianku, Hai Batu!’ sampai masyarakat Bani Israel melihat dia dan berkata,’Demi Allah, Musa tidak mempunyai cacat di tubuhnya.’ Musa mengambil pakaiannya dan mulai memukuli batu tersebut.” Abu Huraira menambahkan,”Demi Allah! Masih ada enam atau tujuh tanda nampak pada batu itu dari pemukulan yang berlebihan.” (Sahih Al-Muslim).

begitu juga dengan Nabi Ayyub as, diriwayatkan daripada Abu Hurairah ra Nabi SAW bersabda :

بينما أيوب يغتسل عريانا خر عليه رجل جراد من ذهب فجعل يحثي في ثوبه فناداه ربه يا أيوب ألم أكن أغنيك عما ترى قال بلى يا رب ولكن لا غنى لي عن بركتك

Maksudnya : Sewaktu Nabi Ayyub as mandi dalam keadaan bogel/telanjang, tiba-tiba jatuhlah di depannya seekor belalang emas. Ayyub pun segera hendak mengambil kainnya, maka baginda pun dipanggil oleh Tuhannya, “Wahai Ayyub, bukankah engkau telah cukup kaya hingga tidak memerlukan lagi barang (belalang emas) yang kau lihat itu?” Ujar Ayyub, “Benar wahai Tuhanku, tetapi aku tidak boleh mengabaikan keberkatan-Mu.” (Sohih Bukhari No. 3211, 7055. Sunan Nasa’i No. 409. Musnad Ahmad bin Hanbal No. 8144)

Berdasarkah dalil hadith yang sohih di atas, maka tiada halangan untuk mandi dalam keadaan bugil di tempat yang tertutup yang terhindar dari pandangan mata manusia.

Namun, sekiranya tidak yakin untuk mandi dalam keadaan bugil karena merasakan malu kepada diri sendiri, maka ikutlah yang mana dirasakan lebih baik.Adab Mandi

6 Sep

Haram hukumnya mandi dalam keadaan bugil ataupun bertelanjang di tempat umum, karena membuka aurat dengan sengaja adalah haram hukumnya. Sebagaimana sabda Nabi Muhmmad SAW sebagai berikut :

لا ينظر الرجل إلى عورة الرجل ولا المرأة إلى عورة المرأة

Maksudnya : Janganlah laki-laki melihat aurat laki-laki, begitu juga perempuan jangan melihat aurat perempuan…(Sohih Muslim No. 338)

Namun sekiranya memakai kain atau sebagainya yang menutup aurat, maka tidak mengapa bahkan lebih baik. Pernah Fatimah RA memasang tirai dengan kain dan Nabi Muhammad SAW pun mandi.

Adapun mandi dalam keadaan bugil atupun bertelanjang yang terhindar dari padangan mata manusia, maka hukumnya tidak terlarang, tidak makruh sama sekali seperti yang difahami kebanyakkan orang.

Diriwayatkan dalam hadith Sohih Bukhari, Nabi Musa as pernah mandi dalam keadaan bugil/bertelanjang.

Drpa Abu Hurairah, Nabi berkata: ”(Masyarakat) Bani Israel biasa mandi telanjang yaitu bersama-sama melihat satu sama yang lainnya. Nabi Musa biasanya mandi sendiri. Mereka berkata,’ Demi Allah! Tidak ada yang mencegah Musa untuk mandi bersama kami kecuali bahwa dia menderita hernia (kemaluan besar).’ Maka suatu ketika Musa pergi untuk mandi dan menaruh pakaiannya di atas sebuah batu dan kemudian batu itu lari dengan pakaiannya. Musa mengikuti batu itu sambil berkata,’Pakaianku, Hai Batu! Pakaianku, Hai Batu!’ sampai masyarakat Bani Israel melihat dia dan berkata,’Demi Allah, Musa tidak mempunyai cacat di tubuhnya.’ Musa mengambil pakaiannya dan mulai memukuli batu tersebut.” Abu Huraira menambahkan,”Demi Allah! Masih ada enam atau tujuh tanda nampak pada batu itu dari pemukulan yang berlebihan.” (Sahih Al-Muslim).

begitu juga dengan Nabi Ayyub as, diriwayatkan daripada Abu Hurairah ra Nabi SAW bersabda :

بينما أيوب يغتسل عريانا خر عليه رجل جراد من ذهب فجعل يحثي في ثوبه فناداه ربه يا أيوب ألم أكن أغنيك عما ترى قال بلى يا رب ولكن لا غنى لي عن بركتك

Maksudnya : Sewaktu Nabi Ayyub as mandi dalam keadaan bogel/telanjang, tiba-tiba jatuhlah di depannya seekor belalang emas. Ayyub pun segera hendak mengambil kainnya, maka baginda pun dipanggil oleh Tuhannya, “Wahai Ayyub, bukankah engkau telah cukup kaya hingga tidak memerlukan lagi barang (belalang emas) yang kau lihat itu?” Ujar Ayyub, “Benar wahai Tuhanku, tetapi aku tidak boleh mengabaikan keberkatan-Mu.” (Sohih Bukhari No. 3211, 7055. Sunan Nasa’i No. 409. Musnad Ahmad bin Hanbal No. 8144)

Berdasarkah dalil hadith yang sohih di atas, maka tiada halangan untuk mandi dalam keadaan bugil di tempat yang tertutup yang terhindar dari pandangan mata manusia.

Namun, sekiranya tidak yakin untuk mandi dalam keadaan bugil karena merasakan malu kepada diri sendiri, maka ikutlah yang mana dirasakan lebih baik.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s