30 Ton Obat untuk Haji Telah Siap

Jeddah (MCH)–amaah calon haji tak perlu cemas. Pantia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah siap dengan menyediakan 30 ton obat untuk keperluan pelayanan kesahatan jamaah haji tahun ini. Hal tersebut diutarakan Wakil Ketua bidang Kesehatan PPIH Chairul Radjab Nasution di sela Rapat Koordinasi bersama DPD RI di Kantor Konjen Jeddah Senin (11/10)
obat-obatan sudah datang dan telah kami distribusikan ke Mekkah danMadinah serta Jeddah, katanya.

Obat-obatan yang telah dibawa, tutur Chairul , telah mendapatkan izin dan pengawasan distribusi yang ketat oleh otoritas kesehatan setempat.
khususnya obat-obatan psikotropika yang sangat dibutuhkan oleh jamaah haji terkena depresi, itu sangat sulit masuk ke Arab Saudi, tapi telah dapat kami atasi,â” katanya tegas.

Selain obat, PPIH bidang kesehatan juga telah membekali tiga dokter spesialis di setiap daerah kerja (Daker). Mereka adalah spesialis jantung,penyakit dalam dan bedah. Khusus dokter spesialis bedah merupakan yang terbaru dalam musim haji tahun ini. KEdatangan dokter bedah dimaksudkan Chairul untuk mengantisipasi jamaah yang , berkaca dari pengalaman musim haji sebelumnya, banyak mengalami luka luar dan kecelakaan kecil.â�Sehingga tidak perlu kami bawa hingga ke Rusamh Sakit rujukan setempat,â” katanya.

Ketiga dokter spesialis tersebut akan ditempatkan di Daker. Bila tidak bisa tertangani maka Balai Pengobatan Haji Indonesia di Jeddah, Madinah dna Mekkah siap melayani pasien. â�Dan bila memang kondisi sangat parah, maka terpaksa kami rujuk ke RS Arab Saudi, King Fath atau RS di Aziziyah,â”
katanya.

Anggota Pengawas Pelaksana Ibadah Hajki dari DPD RI Roswita Damayanti meminta kepada PPIH bidang kesehatan agar para jamaah jangan sampai dirujuk dan dimasukkan ke RS setempat. Ia berharap PPIH bisa semaksimal mungkin menyembuhkan jamaah haji yang sakit. â�Soalnya banyak keluhan datang ke kami bahwasannya bila jamaah haji sampai masuk RS di Arab Saudi mereka sangat tidak nyaman dan justru msembuhnya lama, mungkin ini masalah psikologis saja,â” kata Roswita.

Menanggapi hal ini Chairul Radjab menyerahkan sepenuhnya pada kondisi jamaah di lapangan. â�Kami akan maksimal, namun bila kondisi jamaah yang sakit sangat parah, RS rujukan di Arab Saudi akan menjadi pilihan terakhir,â” ujarnya.(timur arif/mch Mekkah)

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s